Nanthing Tulus

5 Mei 2020

Review Tema Rutinan Sanggar Kedirian 25 Januari 2019

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسۡجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ

Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah?” (Surat al-Hajj: 18)

Di dalam penggalan ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa hanya Dia-lah semata yang berhak disembah, dan tiada sekutu bagi-Nya.

Bersujud kepada-Nya semua makhluk yang ada di langit dan di bumi. Yaitu para malaikat yang berada di seluruh penjuru langit, juga para manusia, jin, hewan, tumbuhan, dan seluruh makhluk lainnya yang ada di bumi.

Pengertian sujud di dalam ayat ini, bila dikaitkan dengan makhluk selain manusia, jin, dan malaikat, berarti tunduk mengikuti hukum atau kodrat yang ditentukan oleh Allah untuk mereka, baik mereka melakukannya secara sukarela maupun terpaksa, dan mereka tidak dapat lepas dari ketentuan tersebut.

Sedangkan sujud bagi manusia, jin, dan malaikat, berarti patuh kepada hukum-hukum Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

____________________________

*Selama Ramadhan, Rublik Piwedar sanggarkedirian.com akan me-review tema rutinan Sanggar Kedirian yang telah lampau. Rublik ini diasuh oleh Kang Bustanul ‘Arifin.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Sanggar Kedirian

Foto saya
Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme. Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.

Terjemahkan