Tentang Sanggar Kedirian

Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme.


Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.


Dialektika yang diselenggarakan di Sanggar Kedirian adalah belajar bersama, sinau bareng, saling sinau dan tidak ada konsep mengajar, karena mengajar hanyalah akibat dari proses belajar bersama. Adanya pihak yang bertanya kemudian ada pihak lain yang lebih menguasai informasi silahkan memberi tahu kepada yang belum tahu dengan legitimasi keilmuan yang berdasar. 


Maka sebetulnya tidak ada proses mengajar, yang ada adalah proses belajar bersama. Sehingga di Sanggar Kedirian, tidak ada _mu’allim_, yang ada adalah _muta’allim_. Tidak ada kedudukan senior dan yunior, tidak ada pengagungan sosok guru, semua bisa menjadi guru dan semua adalah murid dari Sang Penghendak Ilmu. Demikianlah Sanggar Kedirian di dalam rangka _ndheder_ ksatria dalam "kedirian" masing-masing, untuk melahirkan manusia baru yang menciptakan kemaslahatan bersama. 


Banyak sumber-sumber nilai dan pengetahuan yang dapat kita elaborasikan disini. Yang harus kita lakukan adalah mengambil nilai-nilai tersebut untuk kita lakukan sesuai dengan bidang kita masing-masing dengan semampunya-mampunya. Hal ini untuk membangun kesadaran yang teguh dalam setiap kedirian kita masing-masing. Sehingga, output kita adalah cinta kasih sesama manusia dan akhlak yang baik.


Bagi yang sudah mengalaminya, dirinya akan selalu terus mengalami perkembangan makna defeodalisasi perhubungan budaya, pengakraban hubungan universal manusia, saling mengikat dalam kejujuran dan objektivitas, perluasan tanggung jawab sosial dan keIlahian 


Kegiatan rutinan Sanggar Kedirian diadakan setiap hari Jumat Kliwon _(malam Sabtu Legi)_. Selain rutinan, kegiatan lainnya adalah:


1. *Pra Tema*

Koordinasi/ rembugan untuk menentukan tema rutinan yang boleh diusulkan oleh siapapun. Bertempat dirumah penggiat SK atau siapapun yang menawarkan tempat, dengan jadwal 2-3 minggu sebelun jadwal rutinan.


2. *PPD*(Peran Peduli Dulur)

Wujud sumbangsih kita pada sedulur SK yang sedang diuji Allah.


3. *Ndhedher*

Infaq Pinjam tanpa bunga, sebagai upaya kemandirian ekonomi penggiat.


4. *Anjangsana*

Silaturahmi.


5. *Ngopi*

Ngopi sembari diskusi ndek-ndek'an

Pada akhirnya, apa yang sedang kita lakukan ini adalah didalam rangka laku _nandur_, menanam kebaikan dari ilmu yang kita peroleh yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk mengembalikan diri kita pada sebuah titik keimbangan. Serta sebagai bahan pertimbangan dalam kita menjalankan berbagai aktifitas kehidupan, baik diri sendiri, keluarga, kerabat saudara, masyarakat atau dalam menjalankan pekerjaan.


6. *Dokumentasi*

Literasi, fotografi, videografi dan kegiatan lainnya guna mendukung publikasi di website, Facebook, Instagram, Twitter, YouTube Sanggar Kedirian.


Tentang Sanggar Kedirian

Foto saya
Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme. Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.

Terjemahkan