Ngruwat Karep

 


Pambuko Sanggar Kedirian Oktober 2017

 

 

“Yowislah sak karepmu”. “Yo karepku to!” “Sak karepmu kono.”

Kalimat diatas adalah ungkapan yang sering kali kita dengar dan ucapkan. Berusaha dari hal jelek ke hal baik dinamakan ngruwat. Merubah amburadul menjadi cantik adalah ngruwat. Merawat dan menjaga amanah adalah ngruwat. Berusaha berfikir keras, bekerja keras, berkreativitas dan ulet adalah ngruwat. Bergantung kepada tuhan atas segala hal yang diusahakan dan dikerjakan menuju kebaikan adalahngruwat.

Sementara karep ialah keinginan, karep juga bermakna harapan. Sebaik-baiknya keinginan dan harapan ialah keinginan Tuhan. Menjaga dan menjalankan keinginan Tuhan, pastilah sang penjaga dan pejalan keinginan itu akan dijamin atas Tuhannya.

Akan tetapi jangan lupa, sebuah karep bisa muncul dengan menggantungkan harapannya kepada orang lain. Entah itu sahabat, teman bahkan saudaranya, sehingga pencapaian sebuah karep tadi akan terpenuhi bilamana orang lain tersebut menuruti sebuah harapan yang dikarepkan, sedangkan andai kata pihak lain tadi tidak bisa memenuhi apa yang diharapkan maka disitu akan muncul sebuah kekecewaan. Di sinilah letak bahasan untuk kita wedar, bertukar pikiran, berpendapat dalam menyikapi serta mengkaji hal yang mungkin bisa terjadi kepada siapa saja termasuk diri kita masing-masing.

Mari melingkar bersama dan ngruwat karep dalam rutinan Sanggar Kedirian, pada

hari: Jumat Kliwon malam Sabtu Legi, 27 Oktober 2017
lokasi : Musholla GNI kota Kediri
pukul : 20.00-24.00 WIB
pemandu Keilmuan: Ust. DR. Bustanul Arifin
penyegar : Kanjeng Kustik

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Sanggar Kedirian

Foto saya
Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme. Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.

Terjemahkan