“0” (Nol) – Keseimbangan Pandangan

 


Pambuko Sanggar Kedirian September 2017



Rutinan bulan kali ini bertepatan dengan hari dimana Kedirian melahirkan tunas-tunas baru, tunas baru yang diharapkan lebih bertanggung jawab, lebih murni, lebihprogresif, lebih tangguh, dan lebih bisa diandalkan untuk memimpin dan dipimpin. Sejak dilahirkan Kedirian awal tahun 2010-an, memang diniatkan sebagai ruang bagi kalangan siapapun untuk sinau bareng menumbuhkan kesadaran atas diri kita sendiri, mengenali diri kita sendiri. Sehingga demi keberlangsungan itu tetap terjaga sekaligus untuk menumbuhkan harapan masa depan, maka tunas baru itu bernamaSanggar Kedirian, yang lahir setahun lalu. Belajar dari masa lalu untuk menempuh masa depan adalah bagian dari proses perjalanan diri mengenal diri, baik dalam konteks pribadi maupun komunitas. Peringatan satu tahun Sanggar Kedirian ini harapannya hanya satu “ridho Alloh”.

Berangkat dari bulan sebelumnya yang mengangkat tema “Maos, Ngaos, Looss”, adalah sebuah tekad dan sikap untuk membaca, menganalisa, mentadabburi setiap apapun semampu-mampunya, sampai mencapai titik temu hakikatnya, dan akan semakin medekatkan kita pada Allah.

Pada rutinan kali ini Sanggar Kedirian mengangkat tema “0” (NOL) yang mana merupakan keberlanjutan dari tema bulan lalu. “0” (NOL) dalam bilangan, akan banyak kita temukan filosofi atau makna analogi kehidupan manusia. Namun nilai primer dalam tema ini lebih mengajak kita untuk berlatih menjaga kesadarankeseimbangan, bukan hanya keseimbangan berpikir, melainkan juga keseimbangan berperilaku, keseimbangan informasi bahkan mampu menyeimbangkan kekhusyukan di tengah kegembiraan.

Sedulur, monggo bareng-bareng ngonceki tema “Nol” ini. Piye sakjane “Nol” kuwi? Mari melingkar bersama menemukan titik keseimbangan pada “Nol”.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Sanggar Kedirian

Foto saya
Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme. Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.

Terjemahkan