Di Luar Jangkauan

 


Pambuko Sanggar Kedirian 31 Maret 2017



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kita ini hanyalah kumpulan orang-orang kecil yang selalu diremehkan. Tapi di dalam keremehan kerendahan kita, terkadang menyimpan kekuatan yang diluar jangkauan nalar manusia. Lha wong jelas-jelas nganggur gak punya kerja kita berani kok melamar anak orang untuk dinikahi karena yakin rizki dari Tuhan. Jelas pengangguran tapi kita berani kredit motor dan sanggup membayar cicilannya. Jelas-jelas bukan lulusan sekolah Mesin tapi betapa banyak orang kita yang ahli tukang mesin. Jelas-jelas bukan orang yang ahli tata negara, tapi betapa banyak orang-orang yang sering mengurus urusan yang harusnya urusan negara.

Orang-orang kita penuh kreativitas meski negara tidak mengurus. Terus bekerja dan tidak berharap pada negara. Semua hal diatas membuktikan bahwa banyak sekali hal-hal yang diluar jangkauan manusia. Secara nalar manusia, harusnya Indonesia dengan permasalahan yang super banyak ini sudah hancur. Tapi di luar jangkauan manusia, Tuhan masih selalu menolong dengan memberikan kekuatan di luar jangkauan nalar manusia bagi rakyatnya.

Jaga kemurnian dan jaga keikhlasan ini menjadi kunci untuk jaga keluarga, jaga lingkungan kecil, jaga saudara-saudaramu, jaga negerimu. Maka akan menemui kejutan-kejutan anugerah di luar jangkauan nalar manusia.

Sanggar Kedirian kembali ber-assalamu’alaikum berkumpul membahas hal-hal di luar jangkauan. Pada hari Jumat, 31 Maret 2017 pada pukul : 20.00 WIB di GNI Kota Kediri.

Nderes, bersholawat dan mengkaji bertadabbur. Dengan nara sumber seluruh hadirin Sanggar Kedirian dan Pak Bustanul Arifin selaku pauger keilmuan. Monggo merapat bersilaturahmi, ngopi bersama dalam rutinan Sanggar Kedirian.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Sanggar Kedirian

Foto saya
Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme. Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.

Terjemahkan