Pejalan Kamardikan

 


Pambuko Sanggar Kedirian September 2018


Garuda Sepi
Sepinya hati Garuda
Dijunjung tanpa jiwa
Menjadi hiasan maya
Oleh hati yang hampa
Dendam rindu tiada kata
Disayang tanpa cinta
Dipuja dan dihina

Alangkah tak terbatas jumlah fakta tentang Indonesia yang kita tidak tahu, andaikan ada yang menjawab itu semua tidaklah akan sampai pada kebenaran apapun, kecuali berhenti pada versi versi masing-masing.

Sehingga kita lebih memilih untuk menarik ke dalam diri saja, dan membawa kita pada sebuah pertanyaan, “Apakah kita sungguh mengenal Indonesia, mencintai dan peduli padanya? Benarkah kita mencintai dan peduli padanya? Bisakah kita berpikir bahwa bangsa yang seperti ini adalah bangsa Indonesia? Kita semua berpikir ini adalah manusia Indonesia. Kita pikir begini ini Garuda? Dan lantas bagaimana cara kita memperlakukan kemerdekaan?”
Kebanyakan manusia menyangka ia sanggup menjalani kemerdekaan. Manusia mengira kemerdekaan dan kebebasan adalah jalan yang mereka mampu menempuhnya. Bahkan manusia berpikiran bahwa mereka bisa memakan kemerdekaan, menelan kebebasan, serta mengenyamnya sebagai kenikmatan utama hidupnya?
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Sanggar Kedirian

Foto saya
Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme. Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.

Terjemahkan