Kejangkung Leluhur

 

 

Pambuko Sanggar Kedirian Februari 2018



Melompat lebih jauh itu perlu ancang-ancang, semakin jauh ancang-ancang yang kita ambil maka akan semakin jauh hasil lompatan kita. Melompat itu masa depan, ancang-ancang itu masa lampau.

Ancang-ancang bisa dengan cara memahami sejarah siapa kita. Lalu mengidentifikasi leluhur kita siapa. Agar tahu harus di posisi mana. Sehingga kita bisa berbuat bertindak yang bagaimana. Bila diurutkan menjadi Identifikasi-Posisi-Orientasi.

Jika tak paham siapa diri kita, maka akan mengalami disidentifikasi yang berakibat pada disposisi. Selanjutnya akan mengalami disorientasi. Hancurlah peradaban jika sudah mengalami 3 hal ini.

Kejangkung Leluhur, mengajak belajar kepada sejarah, masa lalu, memahami leluhur kita, agar kita mampu memberikan daya lompat yang jauh untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, syukur-syukur negara.

Mari duduk melingkar bersama Sanggar Kedirian. Sila merapat dulur-dulur sekalian dalam rutinan hari Jumat malam Sabtu Legi tanggal 9 Februari 2018 pukul 20.00 WIB bertempat di GNI Kota Kediri.

Mari kita bersilaturahmi, berkumpul, berdiskusi, mengingat dan menyapa kanjeng nabi serta bernyanyi dan menikmati alunan lagu yang akan kita bawakan bersama Kanjeng Kustik.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Sanggar Kedirian

Foto saya
Sanggar Kedirian (SK) adalah majelis ilmu yang sederhana, duduk melingkar saling menghadapkan wajah dan mempertemukan kesamaan-kesamaan, sebuah lingkaran keakraban dan kejujuran. Yang berfokus pada upaya-upaya membangun manusia maiyah yang berilmu, bermartabat dan bermanfaat, dengan kesadaran organisme. Maiyah bukanlah organisasi, lembaga, aliran ataupun bentuk padatan-padatan lainnya, melainkan sebuah gerakan organisme. Geraknya yang nyaris tak bernama, tak beridentitas padat, tetapi akan terasa “nilai” pergerakannya, itulah sebagian dari ciri dari organisme yang dimaksud.

Terjemahkan